Lebaran 1437 H ini kami tidak mudik, berlebaran di rantauan saja bersama tetangga dan kawan-kawan. Alhamdulillah beberapa tetangga di sekitar rumah tidak mudik juga. Bagian menyedihkannya tentu saja karena tidak ikut silaturahmi keluarga di Magelang, Prambanan, dan Gunungkidul. Lebaran, selain silaturahmi biasanya juga untuk update gosip *eh.
Awalnya belum ada rencana lagi kapan mudik terdekat. Pasrah sajalah kapan mudiknya. Sampai akhirnya suami lihat-lihat kalender dan bilang, insyaAllah mudik nanti bulan September. O MasyaAllah seketika saya langsung berbinar. Baru aja ada rencana yang jelas, saya sudah bahagia lalu bagaimana jika terwujud? Nah, bagaimana kabar mimpimu sekarang? *sigh*
Saya lalu mulai mengingat makanan favorit apa yang bisa saya ditemukan di Magelang, merencanakan jalan kemana, merencanakan time-out berdua *berharap banget nanti duo bocil bisa dititipkan*, dan hal-hal yang menyenangkan dari mudik. Walaupun hampir bisa diprediksi, sebagian waktu mudik tetap hanya akan dihabiskan di rumah. Entah gitu ya, kalau dah di rumah rasanya mager gitu. Di rumah saja sudah senang, banyak makanan, banyak ponakan, dan suasananya enak banget buat tidur
Beberapa hari lalu, kakak saya menghubungi kalau salah satu sepupu kami akan menikah di bulan kami mudik. Walau belum tahu apakah kami akan diajak pergi atau tidak, tetap saja sudah bahagia.
Selamat tante Ririn atas rencana pernikahannya, semoga dilancarkan segala keperluannya, sebelum, pas hari H dan setelah-setelahnya. Semoga nanti jadi keluarga sakinah mawaddah warahmah, aamiin.
PBM, 29 Juli 2016
Ibu yang nyicil seneng karena insyaAllah mau mudik 1,5 bulan lagi
No comments:
Post a Comment