Dia menyayangimu tapi bukan kekasihmu,
Dia perhatian kepadamu tapi bukan keluargamu,
Dia siap berbagi rasa sakit tapi tidak memiliki hubungan darah denganmu,
Dia adalah... Sahabatmu ...!!
Sahabat sejati..
Marah seperti Ayah !
Peduli seperti Ibu !
Mengganggu seperti Kakak !
Mengesalkan seperti Adik !
Dan terakhir menyayangimu lebih dari kekasih.
Dialah orang yang selalu tersenyum kepadamu
entah karena dia menyukaimu,
karena kebaikanmu,
karena mengagumimu,
karena hal apapun,
ataupun karena kegilaan yang kamu buat.
Hanya dialah yang tahu...
* Terima kasih aku ucapkan untuk sahabatku
yang selalu buatku tersenyum selama ini
Wednesday, May 18, 2011
Thursday, September 30, 2010
-belum ada judul-
Bagaikan bunga nan indah
Indah merekah di taman surga
Aroma wangi tercium segar darinya
Sesegar suasana jiwa di pagi hari
Ya...begitulah dia
Seorang bidadari dambaan hati
Cintanya memang tidak hanya untuk-Nya
Tapi senantiasa ada karena-Nya
Seribu senyum sempat terlintas
Namun hanya satu yang tetap di hati
Dan senyum dia lah yang tetap singgah
Belum menjanjikan cinta memang
Sempat terlintas diri ini berharap
Mengharap kehadirannya dalam mimpi
Menampilkan senyum menyambut rinduku
Mengisi hampa dalam sepi malam
Mungkinkah aku bisa menyapamu
Meraih semua imajimu
Menjaga jiwa ragamu
Bercanda tertawa bersamamu
Ah, dasar aku otak pemimpi
Banyak mimpi banyak asa
Tapi aku takkan berhenti menunggu
Karena kuyakin mimpi bisa jadi nyata
Wednesday, September 22, 2010
Kau dalam do'a
Dalam sehat kau tebar senyum itu
Senyum ceria nan indah serasa merayu
Semakin mempercantik wajah ayu
Membuat diri ini tak jadi layu
Tapi kau terlihat berbeda hari itu
Senyum lesu menghiasi wajah pucatmu
Aku tak tau apa yang terjadi padamu
Yang kurasa hanya senyum palsu
Ya, senyum palsu...
Tapi aku rasa ku tau tujuanmu
Menebar senyum palsu untuk sekitarmu
Bukan untuk sandiwara, bukan pula menipu
Tapi hanya untuk menghibur mereka yang di sekitarmu
Kini kau sedang tertunduk lesu
Terduduk lemah diam membisu
Dalam penantian kembalinya masa sehatmu
Aku....
Aku yang lemah tiada daya
Hanya sanggup memberimu do'a
Sebuah do'a yang mungkin sangat sederhana
Dalam gelap malam kuberdo'a
Duduk mengharap keridhoan-Nya
Dan kesembuhanmu yang aku minta
Agar kau bisa tersenyum seperti sedia kala
Sunday, September 19, 2010
Alhamdulillah...
Dalam diam aku bahagia...
Bahagia karena bisa bersamanya...
Walaupun hanya sekejap mata...
Tanpa ucap, tanpa kata...
Bahagia karena bisa bersamanya...
Walaupun hanya sekejap mata...
Tanpa ucap, tanpa kata...
Tapi bagiku tak mengapa...
Asal aku bisa di dekatnya...
Menjaga malamnya walau hanya sementara...
Sebuah sapa terkirim dalam nada...
Teriring tanya dalam sapa...
Akan singgah dimanakah dia?
Khawatir memang aku rasa...
Sebuah senyum lega mulai nyata...
Setelah ada jawab dalam tanya...
Dalam diam masih tanpa kata...
Hanya nada sekali menyapa...
Tapi ku merasa lega...
Dalam malam aku bahagia...
Asa dalam Senyuman
Manis wajahmu kulihat di sana.
Dalam tunduk kurajut asa...
Dalam asa aku bertanya...
Apa rahasia yang tersirat di sana?
Tersirat wajah mesra nan halus di sana.
Dalam tunduk kurajut asa...
Dalam asa aku bertanya...
Apa rahasia yang tersirat di sana?
Tersirat wajah mesra nan halus di sana.
Senyuman...
Mungkin itu yg membuat demikian...
Wajah sederhana itu berhasil disulap dalam sekejap.
Aku tak tau apa jadinya jika tak ada senyum di wajah itu.
Mungkin kah terlihat sama saja?
Ah, aku rasa itu tak mungkin...
Mungkin itu yg membuat demikian...
Wajah sederhana itu berhasil disulap dalam sekejap.
Aku tak tau apa jadinya jika tak ada senyum di wajah itu.
Mungkin kah terlihat sama saja?
Ah, aku rasa itu tak mungkin...
Asa ini makin rajin kurajut.
Aku ingin selalu tersenyum untuknya.
Menghiasi pagi harinya dengan senyum.
Mewarnai siangnya dengan canda.
Menghapus lelah di malamnya dengan tawa.
Menggapai mimpi dalam kebersamaan do'a...
Aku ingin selalu tersenyum untuknya.
Menghiasi pagi harinya dengan senyum.
Mewarnai siangnya dengan canda.
Menghapus lelah di malamnya dengan tawa.
Menggapai mimpi dalam kebersamaan do'a...
Aku tak tau...
Apakah ini hanya akan menjadi sebuah asa?
Ataukah akan berakhir dalam nyata?
Dalam senyum kuberharap...
Dalam senyum kuberdo'a...
Dalam senyum kurangkai asa...
Dalam senyum ku kan berusaha...
Dalam senyum kuserahkan pada-Nya...
Apakah ini hanya akan menjadi sebuah asa?
Ataukah akan berakhir dalam nyata?
Dalam senyum kuberharap...
Dalam senyum kuberdo'a...
Dalam senyum kurangkai asa...
Dalam senyum ku kan berusaha...
Dalam senyum kuserahkan pada-Nya...
-diselesaikan masih dalam perjalanan kesendirian-
9 Syawal 1431 H
Setiawan
Subscribe to:
Posts (Atom)