Sunday, July 18, 2010

Happening (Sebuah Harap, Sebuah Asa)

Saat senja datang menjelang...
Segala ungkap terpuruk dalam mimpi
Ingin terbang mengulang kisah dalam angan
Mengumbar kalbu dalam setetes embun…

Terang, pelan menghilang dalam gelap
Menaruh harap dalam kata
Mencipta mimpi yang tak kunjung henti
Memberi air mata dalam sebuah goresan

Angin mengalir membawa penantian yang tak berujung berakhir
Segala penantian yang tak kunjung berakhir
Memberi ungkapan yang mencipta kegelisahan…
Bertanya dalam mimpi tak memberi arti dalam akhir…
Selalu menyapu dalam ombak bergelontarkan keyakinan harapan

Ke mana aku harus berjalan ?
Di mana pula aku dapat mengakhiri ?
Hanya setitik rasa yang rapuh dari perjalanan ini
Tersisa secuil harap dalam raga
Berharap mentari mendekat memberi sebutir cahaya
Pulang kembali membawa sinar dalam pelukan

Ah...Harapan tinggallah harapan
Hanya kehampaan yang menyelimuti tidurku kini
Sampai kini dan hingga nanti
Hingga ku dapati akhir kisah ini
Sebuah kisah menuju cinta sejati...

Ngaplo

Dalam sepi dia sendiri
Mencoba menghisap seluruh jerit
Suara hening terdengar memohon,
"Tolong tumbuhkan (lagi) bulu sayapku..."
"Agar aku bisa terbang (lagi)..."
.....
Pagi, langkah matahari, jejak hati
Ah, begitu anggun, begitu samun
Indah dunia ini harus dinikmati
Walaupun dalam sepi
Terduduk sunyi dia sendiri
.....

Saturday, July 17, 2010

Andai...

Andai dia tak lagi jadi bagian dari indahnya langit malam…
Ibarat bintang yang tak mampu lagi berkerlip karena diterpa suatu asa.
Namun dia tak akan terlalu mempedulikannya
Ujian demi ujian telah mengantarnya menjelma bagaikan mentari
Nafasnya setia menghangatkan dalam cerahnya siang dan pesona rembulan

Andai dia tak lagi jadi bagian dari cerahnya pagi...
Ibarat langit biru yang tertutup awan kelabu
Namun dia akan tetap pada keyakinannya
Bahwa kelak dia akan menjadi setetes air hujan
Yang akan memberikan kesegaran dan kehidupan bagi sekitar

Kangen

Walau jarak pandang terhalang
Namun mata ini senantiasa memandang...
karena Kau ada dalam ingatan...
aku tak pernah memikirkan Kau wujud di hadapan
tapi Kau selalu dalam do'a...
Kau yang jauh dari pandangan...

Dalam rindu menyelimuti kalbu
aku senantiasa menyebut namaMu
Meminta sesuatu hal yang sering menghantuiku
Berharap Kau menjaga dirinya dan diriku
Yang terpisahkan oleh sesuatu

Walau jarak pandang terhalang
Namun mata ini senantiasa memandang...
karena kau ada dalam ingatan...
aku tak pernah memikirkan kau wujud di hadapan
tapi kau selalu dalam do'a...
kau yang jauh dari pandangan...

Friday, July 16, 2010

Sang Penyair

Apa yang dapat disumbangkan sang penyair ?
Saat tak ada lagi sesuatu yang menginspirasi
Ketika nyata tak cukup mengilhami
Matikah ia….bersama syair-syair lama yang telah lapuk ?

Apa yang harus dilakukan sang penyair ?
Saat kosong memenuhi imaji
Saat sendiri tak cukup memberi ruang untuk kehadiran satu puisi
Tak pantas lagikah ia…tetap disebut penyair
walaupun tak mampu lagi untuk bersyair ?