24.06.12 - 24.06.15
2012 : Awalnya kami sendiri-sendiri, lalu memutuskan untuk bersama.
2013 : Setelah kurang lebih 10 bulan kami lebih banyak tinggal berjauhan, Allah
mengijinkan kami untuk tinggal satu atap. Memulai hari baru di tempat
perantauan. Kami masih berdua, tetapi ada yang mulai tumbuh di rahim saya. Ya, iyalah kado setahun pernikahan kami. Janin yang bertumbuh di rahim, seperti kami yang selalu bertumbuh untuk menjadi lebih baik.
2014 : Alhamdulillah kami sudah bertiga. Ditemani si kecil yang berusia 5 bulan. Dia menghadiahi kami kejutan bahwa pada bulan Juni itu dia bisa tengkurap, atas kemauannya sendiri tanpa bantuan. Kemampuan motoriknya memang lebih lambat daripada teman sebayanya. Akan tetapi, menyaksikannya mencapai milestone tertentu, insyaAllah selalu menambah rasa syukur kami.
2015 : Alhamdulillah kami masih bertiga. Si kecil mulai aktif berjalan kesana kemari dan mengeksplorasi isi rumah. Ada hadiah lain yang begitu berarti, ada yang kembali bertumbuh di rahim saya. Rasanya tidak terkira, Allah berkenan menambahkan jundi dalam keluarga kami. InsyaAllah tak lama lagi rumah akan bertambah penghuni. Semoga Allah memberikan perlindungan, pertolongan, dan melimpahi keberkahan dalam keluarga kami. Semoga Allah memberikan taufik dan hidayahNya kepada kami agar kami mampu menjadi orangtua yang saleh sholehah yang mampu membimbing dan menemani tumbuh kembang anak-anak kami dalam kebaikan, kelak menjadi hamba Allah yang sholeh-sholehah. aamiin.
Tiga tahun pertama, semoga kami bisa menjaga antusias kami dalam belajar dan mempelajari sesuatu serta mengamalkan agar menjadi insan yang mulia. aamiin
Sunday, June 28, 2015
Saturday, June 27, 2015
Mudik Magelang : Wisata Play Ground (1)
Bulan Maret lalu, suami mengambil jatah cuti tahunannya yang masih beberapa hari. Kami memutuskan untuk pulang ke Magelang. Sekitar 10 hari kami di Magelang dan rasanya tetap kurang puas. Ah kalau di Magelang mah mau lama-lama juga betah, asal sekeluarga, he.
Ada salah satu ponakan yang 'nemplok' banget sama suami, bahkan sampai kami punya anakpun masih juga 'nemplok'. Blas nggak ada menghindar atau cemburu sama anak kami. Saking nemploknya, beberapa hari selama kami di rumah salah satu agenda rutinnya adalah mengantar jemput dia sekolah, dan berbonus main dulu di taman bermain. Ini beberapa taman bermain yang sempat kami kunjungi.
Gardena
Sejujurnya, saya lupa nama tempat bermainnya. Letaknya di sebelah swalayan Gardena Magelang. Ada macam-macam mainannya, seperti mandi bola, undian, odong-odong, dan kids land. Kids land atau apa ya namanya ini adalah area khusus untuk bermain pasir dan ada beberapa play house serta ayunan. Untuk masuk Kids land, tidak menggunakan koin melainkan voucher.
Kami kecelik nih disini, dikiranya si ponakan minta main semacam mandi bola atau odong-odong, jadi di awal kami beli koin Rp20.000, sekalian modus biar bisa ambil undian. Ndilalah kok ponakan bablas saja menuju kids land, dan saya baca sekilas untuk masuk memakai voucher. Aduh mak, tau gitu. Akhirnya saya membeli voucher 1, Rp5.000 untuk 30'. Dan selama 30' pertama si ponakan anteng main pasir, skuter mini, menjelajah play house ditemani oleh suami. Saya? Nyicil menghabiskan koin sambil menggendong si kecil yang tidur siang. Beberapa saat kemudian, si kecil bangun, pas dengan beberapa menit lagi jatah waktu kakak sepupunya habis. Akan tetapi, tetapi, kok si kecil kelihatan pengen masuk kolam pasir juga. Thoeng.. Akhirnya saya membeli lagi 2 voucher untuk 2 bocah yang ingin bermain pasir.
Awalnya si kecil cuma lihat-lihat kakak sepupunya. Lalu saya ajak main di playhouse, coba skuter mini, dan berakhir di ayunan. MasyaAllah dia bahagia sekali main di ayunan, saking bahagianya sampai gak mau dipegangin dan kadang gerakannya tambah kencang. Anak happy, simbok ketar-ketir takut anaknya jatuh. Ketika jatah waktunya habis, 2 bocah ini kelihatan enggan untuk pulang. Yaa maafkan nak, tetapi kalian butuh tidur siang. Apalagi si ponakan ini, yang gampang banget tidur. Bonceng berdiri di depan aja dia bisa tidur lhoh. Sungguh sesuatu yang medeni.
Dekat tempat bermain ini, bahkan di sebelahnya ada kios-kios kecil jual makanan. Ada yang jual kebab lho :D dan ada swalayannya juga. Kalau lupa bawa makanan bisa mampir di kios ini atau ke swalayan atau bisa juga jalan sebentar menuju alun-alun magelang. Ada kuliner sejuta bunga di situ, emm nama resminya lagi-lagi saya lupa. Yaaa tapi saya belum ada rekomendasi makanan yang enak di sepanjang kuliner sejuta bunga alun-alun, palingan angkringan, itupun adanya kalau maghrib, he. Alhamdulillah kemarin sempat ngangkring juga. Mudik tanpa ngangkring itu rasanya kayak ada yang kurang, hihi..
PS : tempatnya cukuplah untuk bermain. Waktu itu kami bermain di hari sekolah dan siang hari, jadinya berasa main di taman sendiri, haha. Butirannya pasir ukuran sedang, tak sehalus pasir pantai. Tidak begitu luas memang dan mainannya pun mencukupi. Kalau arena mandi bola kelihatan gelap, dan saya tidak tahu apakah bola-bola dan tempatnya rutin dibersihkan.
Ada salah satu ponakan yang 'nemplok' banget sama suami, bahkan sampai kami punya anakpun masih juga 'nemplok'. Blas nggak ada menghindar atau cemburu sama anak kami. Saking nemploknya, beberapa hari selama kami di rumah salah satu agenda rutinnya adalah mengantar jemput dia sekolah, dan berbonus main dulu di taman bermain. Ini beberapa taman bermain yang sempat kami kunjungi.
Gardena
Sejujurnya, saya lupa nama tempat bermainnya. Letaknya di sebelah swalayan Gardena Magelang. Ada macam-macam mainannya, seperti mandi bola, undian, odong-odong, dan kids land. Kids land atau apa ya namanya ini adalah area khusus untuk bermain pasir dan ada beberapa play house serta ayunan. Untuk masuk Kids land, tidak menggunakan koin melainkan voucher.
| Kids land; playhouse dan beberapa mainan |
| area kids land |
Kami kecelik nih disini, dikiranya si ponakan minta main semacam mandi bola atau odong-odong, jadi di awal kami beli koin Rp20.000, sekalian modus biar bisa ambil undian. Ndilalah kok ponakan bablas saja menuju kids land, dan saya baca sekilas untuk masuk memakai voucher. Aduh mak, tau gitu. Akhirnya saya membeli voucher 1, Rp5.000 untuk 30'. Dan selama 30' pertama si ponakan anteng main pasir, skuter mini, menjelajah play house ditemani oleh suami. Saya? Nyicil menghabiskan koin sambil menggendong si kecil yang tidur siang. Beberapa saat kemudian, si kecil bangun, pas dengan beberapa menit lagi jatah waktu kakak sepupunya habis. Akan tetapi, tetapi, kok si kecil kelihatan pengen masuk kolam pasir juga. Thoeng.. Akhirnya saya membeli lagi 2 voucher untuk 2 bocah yang ingin bermain pasir.
![]() |
| asyik bermain pasir |
Awalnya si kecil cuma lihat-lihat kakak sepupunya. Lalu saya ajak main di playhouse, coba skuter mini, dan berakhir di ayunan. MasyaAllah dia bahagia sekali main di ayunan, saking bahagianya sampai gak mau dipegangin dan kadang gerakannya tambah kencang. Anak happy, simbok ketar-ketir takut anaknya jatuh. Ketika jatah waktunya habis, 2 bocah ini kelihatan enggan untuk pulang. Yaa maafkan nak, tetapi kalian butuh tidur siang. Apalagi si ponakan ini, yang gampang banget tidur. Bonceng berdiri di depan aja dia bisa tidur lhoh. Sungguh sesuatu yang medeni.
![]() |
| naik skuter mini :D |
![]() |
| mainan ayunan; gayanya mau nyalain mesin odong2; terjebak di playhouse |
Dekat tempat bermain ini, bahkan di sebelahnya ada kios-kios kecil jual makanan. Ada yang jual kebab lho :D dan ada swalayannya juga. Kalau lupa bawa makanan bisa mampir di kios ini atau ke swalayan atau bisa juga jalan sebentar menuju alun-alun magelang. Ada kuliner sejuta bunga di situ, emm nama resminya lagi-lagi saya lupa. Yaaa tapi saya belum ada rekomendasi makanan yang enak di sepanjang kuliner sejuta bunga alun-alun, palingan angkringan, itupun adanya kalau maghrib, he. Alhamdulillah kemarin sempat ngangkring juga. Mudik tanpa ngangkring itu rasanya kayak ada yang kurang, hihi..
PS : tempatnya cukuplah untuk bermain. Waktu itu kami bermain di hari sekolah dan siang hari, jadinya berasa main di taman sendiri, haha. Butirannya pasir ukuran sedang, tak sehalus pasir pantai. Tidak begitu luas memang dan mainannya pun mencukupi. Kalau arena mandi bola kelihatan gelap, dan saya tidak tahu apakah bola-bola dan tempatnya rutin dibersihkan.
Wednesday, May 13, 2015
Camilan Andin
Beberapa hari ini Andin hampir selalu rewel ketika bangun tidur. Padahal ya, baru krusel-krusel gitu biasanya langsung Ibu sumpel ASI. Kadang mempan beberapa menit, habis itu rewel lagi. Pernah saking rewelnya sampai Ayah terlambat ke kantor *biasanya juga telat :P.
Usut punya usut setelah diperhatikan, produksi ASI Ibu tampaknya berkurang dan lambung Andin yang membesar tak cukup terpenuhi hanya ASI. Yaiyalah bu,, dah dari masa MPASI kalee .. Hehe karena Andin ini waktu awal MPASI sampai usia sekitar setahunan termasuk anak yang irit makannya. Lebih banyak mengandalkan ASI.
Untuk membuat pagi yang lebih bahagia Ibu belajar membuat camilan ringan (tapi kalori tinggi) untuk Andin. Maklum, Ibunya susah bangun pagi jadi kadang sarapan kadang nggak, seadanya. *sedih. Alhamdulillah Andin suka dengan camilan yang Ibu buat. Aih, bahagianya hati Ibu tak terkira, jadi tambah semangat untuk mencoba membuat camilan yang lain. *cium Andin
Resep bongko ini Ibu dapatkan dari blog masakan mbak HM Zwan di hotwajan.blogspot.com. Foto masakan di blog mbak HM Zwan kece badai, tsah, keren banget lah pokoknya. Dan itu cuma berbekal kamera handphone. Yaa yang ada bakat dan nggak emang keliatan bedanya *membela diri.
Ibu senang waktu menemukan resep bongko ini, karena ada stok pinggiran roti tawar. Entah beli jaman kapan. Saban membuka kulkas, rasanya selalu diawe-awe untuk segera menyelamatkannya. Resep aslinya silahkan intip di alamat blog di atas. Yang ditulis kreasi Ibu saja :)
Bahan:
Pinggiran roti tawar, sobek-sobek kecil
Santan instan secukupnya
Gula pasir sesuai selera
Sejumput vanili
sejumput oatmeal
Cara:
1. Dalam sebuah wadah, campur rata semua bahan. Silahkan dicicipi sesuai selera, manisnya, atau kekentalannya.
2. Tata dalam wadah tahan panas, kukus selama kurang lebih 20'.
3. Setelah matang, angkat dan sajikan. Bisa disimpan di kulkas kalau membuat lebih.
PS:
*Bahan-bahan bisa dikreasikan ya, bisa ditambah pisang, telur, susu. Sesuai selera dan ketersediaan bahan di rumah.
*Wadah tahan panaspun bisa dikreasikan juga, bisa pakai daun pisang atau kontainer yang tahan panas :)
*Proses memasak bisa diganti dengan dipanggang
*its all up to you mom, yang penting masak dengan hati bahagia, hehe
Kalau ini resepnya Ibu lupa darimana. Awal Andin MPASI Ibu googling aneka menu dan resep ini ikut tertulis di buku catatan resep. Tadi pagi waktu belanja di pak sayur lihat jagung manis langsung dibeli, karena dah kepikiran sama resep ini dari beberapa hari kemarin. Selain itu sebagai alternatif memberikan asupan karbo, selain yang sudah-sudah.
Bahan:
1 buah jagung manis, silahkan dipipil, diiris, atau diparut sesuai dengan kondisi anak. *saya iris tipis2
1 sdm keju parut
1 sdm oatmeal
30-50ml susu formula/UHT/ASI sesuai kekentalan yang diinginkan *saya pakai susu formula
Cara:
1. Dalam sebuah wadah, campur rata semua bahan
2. Tata dalam wadah tahan panas, lalu kukus selama 15'
PS: sama dengan resep sebelumnya :)
Alhamdulillah Andin suka. Tadi kenyataannya nggak satu buah jagung manis, karena sebagian ikut dimasak sayur bening. Jadi 2 mangkuk kecil dan habis oleh Andin dalam 2 sesi. Efek sampingnya, hampir seharian Andin tidak makan nasi. Gak apa-apa nak, ngemilmu hari ini lumayan banyak kok :)
Sekarang Ibu lagi mikir besok buat camilan apa ya? Andin butuh lebih asupan sayur karena beberapa hari ini BABnya kurang bagus. Identifikasi awal karena kurang makan buah dan sayur.
:)
Semoga semakin hari makin pintar makan dan sehat selalu, aaminn
Salam bahagia,
Ibu
Usut punya usut setelah diperhatikan, produksi ASI Ibu tampaknya berkurang dan lambung Andin yang membesar tak cukup terpenuhi hanya ASI. Yaiyalah bu,, dah dari masa MPASI kalee .. Hehe karena Andin ini waktu awal MPASI sampai usia sekitar setahunan termasuk anak yang irit makannya. Lebih banyak mengandalkan ASI.
Untuk membuat pagi yang lebih bahagia Ibu belajar membuat camilan ringan (tapi kalori tinggi) untuk Andin. Maklum, Ibunya susah bangun pagi jadi kadang sarapan kadang nggak, seadanya. *sedih. Alhamdulillah Andin suka dengan camilan yang Ibu buat. Aih, bahagianya hati Ibu tak terkira, jadi tambah semangat untuk mencoba membuat camilan yang lain. *cium Andin
BONGKO ROTI TAWAR
Resep bongko ini Ibu dapatkan dari blog masakan mbak HM Zwan di hotwajan.blogspot.com. Foto masakan di blog mbak HM Zwan kece badai, tsah, keren banget lah pokoknya. Dan itu cuma berbekal kamera handphone. Yaa yang ada bakat dan nggak emang keliatan bedanya *membela diri.
Ibu senang waktu menemukan resep bongko ini, karena ada stok pinggiran roti tawar. Entah beli jaman kapan. Saban membuka kulkas, rasanya selalu diawe-awe untuk segera menyelamatkannya. Resep aslinya silahkan intip di alamat blog di atas. Yang ditulis kreasi Ibu saja :)
Bahan:
Pinggiran roti tawar, sobek-sobek kecil
Santan instan secukupnya
Gula pasir sesuai selera
Sejumput vanili
sejumput oatmeal
Cara:
1. Dalam sebuah wadah, campur rata semua bahan. Silahkan dicicipi sesuai selera, manisnya, atau kekentalannya.
2. Tata dalam wadah tahan panas, kukus selama kurang lebih 20'.
3. Setelah matang, angkat dan sajikan. Bisa disimpan di kulkas kalau membuat lebih.
PS:
*Bahan-bahan bisa dikreasikan ya, bisa ditambah pisang, telur, susu. Sesuai selera dan ketersediaan bahan di rumah.
*Wadah tahan panaspun bisa dikreasikan juga, bisa pakai daun pisang atau kontainer yang tahan panas :)
*Proses memasak bisa diganti dengan dipanggang
*its all up to you mom, yang penting masak dengan hati bahagia, hehe
PIE JAGUNG KUKUS
Bahan:
1 buah jagung manis, silahkan dipipil, diiris, atau diparut sesuai dengan kondisi anak. *saya iris tipis2
1 sdm keju parut
1 sdm oatmeal
30-50ml susu formula/UHT/ASI sesuai kekentalan yang diinginkan *saya pakai susu formula
Cara:
1. Dalam sebuah wadah, campur rata semua bahan
2. Tata dalam wadah tahan panas, lalu kukus selama 15'
PS: sama dengan resep sebelumnya :)
Alhamdulillah Andin suka. Tadi kenyataannya nggak satu buah jagung manis, karena sebagian ikut dimasak sayur bening. Jadi 2 mangkuk kecil dan habis oleh Andin dalam 2 sesi. Efek sampingnya, hampir seharian Andin tidak makan nasi. Gak apa-apa nak, ngemilmu hari ini lumayan banyak kok :)
Sekarang Ibu lagi mikir besok buat camilan apa ya? Andin butuh lebih asupan sayur karena beberapa hari ini BABnya kurang bagus. Identifikasi awal karena kurang makan buah dan sayur.
:)
Semoga semakin hari makin pintar makan dan sehat selalu, aaminn
Salam bahagia,
Ibu
Friday, January 2, 2015
Assalamu'alaykum :)
Bismillah,
Alhamdulillah blog ini dihidupkan lagi, setelah selama 1 tahun lebih mati suri. Awalnya blog ini adalah blog Ayah waktu masih single, hehe makanya tulisan di blog ini kebanyakan puisi. Ada puisi yang ditujukan untuk Ibu lho, hihi *ngumpet dibalik bantal*. Setelah menikah, Ayah lalu disibukkan oleh kegiatan OJT jadi blog ini mulai terbengkalai. Ibupun awalnya tak tertarik untuk menghidupkan blog ini, karena Ibu gak bisa buat puisi, hehe, memahami makna dibalik suatu puisi aja butuh waktu yang lama apalagi buat puisi, hedeh -,-! Ibu bisanya apa ya? *mikir keras*
InsyaAllah mulai tahun ini, blog ini akan dihidupkan lagi. InsyaAllah akan digunakan untuk merekam jejak 'Keluarga Semanggi'.
Kenapa 'Keluarga Semanggi'?
Entahlah. Ibu aja gitu yang awalnya suka semanggi, berawal dari baca komik Yotsuba. Yotsuba yang bahagia banget menemukan semanggi yang berdaun 4. Sesederhana itu kok. Selain itu semanggi kan warnanya hijau, jadilah Ibu tambah suka. Saking sukanya, undangan pernikahan Ayah-Ibu bertema semanggi, hehe.
Kenapa alamat blognya tidak diganti?
Menurut Ibu, ini untuk mengapresiasi Ayah, hehe. Bagaimanapun juga awal ada blog ini kan karena Ayah. *apa sih*
ada lagi yang mau ditanyakan? Ndak ada?
Okee, cukup ya.. Kalau ada yang mau ditanyakan lagi, bisa via kolom komentar. Atau kalau nanti ada yang mau ditambahkan lagi, insyaAllah diupdate. hehe.
Salam dari kebon,
Ibu
Alhamdulillah blog ini dihidupkan lagi, setelah selama 1 tahun lebih mati suri. Awalnya blog ini adalah blog Ayah waktu masih single, hehe makanya tulisan di blog ini kebanyakan puisi. Ada puisi yang ditujukan untuk Ibu lho, hihi *ngumpet dibalik bantal*. Setelah menikah, Ayah lalu disibukkan oleh kegiatan OJT jadi blog ini mulai terbengkalai. Ibupun awalnya tak tertarik untuk menghidupkan blog ini, karena Ibu gak bisa buat puisi, hehe, memahami makna dibalik suatu puisi aja butuh waktu yang lama apalagi buat puisi, hedeh -,-! Ibu bisanya apa ya? *mikir keras*
InsyaAllah mulai tahun ini, blog ini akan dihidupkan lagi. InsyaAllah akan digunakan untuk merekam jejak 'Keluarga Semanggi'.
Kenapa 'Keluarga Semanggi'?
Entahlah. Ibu aja gitu yang awalnya suka semanggi, berawal dari baca komik Yotsuba. Yotsuba yang bahagia banget menemukan semanggi yang berdaun 4. Sesederhana itu kok. Selain itu semanggi kan warnanya hijau, jadilah Ibu tambah suka. Saking sukanya, undangan pernikahan Ayah-Ibu bertema semanggi, hehe.
Kenapa alamat blognya tidak diganti?
Menurut Ibu, ini untuk mengapresiasi Ayah, hehe. Bagaimanapun juga awal ada blog ini kan karena Ayah. *apa sih*
ada lagi yang mau ditanyakan? Ndak ada?
Okee, cukup ya.. Kalau ada yang mau ditanyakan lagi, bisa via kolom komentar. Atau kalau nanti ada yang mau ditambahkan lagi, insyaAllah diupdate. hehe.
Salam dari kebon,
Ibu
Monday, September 30, 2013
Khayalanku, Harapanku, Doaku
Khayalan ini berawal ketika aku mengingat kembali tentang
hal-hal yang telah terjadi dalam hidupku. Sebagiannya berawal dari sebuah
khayal, kemudian diam-diam dituliskan dalam buku harian, terkadang terucap
lantang ketika berdiskusi dengan kawan, dan diam-diam pula ikut disertakan
dalam doa. Tentu Kuasa dan Izin-Nya tak mungkin lepas dari setiap kisah
hidupku. Beberapa diantaranya seperti kota tempat aku sekolah menengah, usiaku
saat aku menikah, dan tempat tinggalku saat ini.
Diantara sekian banyak
khayalan itu, pernah pula aku berkhayal tentang kabar buruk. Sedih sekali waktu
salah satu saudaraku mengalami kecelakaan dengan kondisi yang hampir seperti
dalam khayalanku. Astagfirullah. Sejak itu aku berjanji untuk selalu berkhayal
tentang kebaikan, dan berharap suatu saat dapat mewujudkannya.
ini beberapa khayalanku yang lain :
1. Menghidupkan
kampung halamanku
Kampung halamanku ada di Bulurejo,
Saptosari, Gunungkidul, DIY. Bisa jadi kalau searching tentang Saptosari,
berita yang banyak muncul adalah isu tentang kristenisasi, terutama untuk
mengatasi kekeringan. Ya, itu benar adanya. Alhamdulillah untuk kampungku bebas
dari isu kristenisasi. Warga kampungku bisa dibilang saklek dengan pemahaman yang mereka miliki, walaupun itu masih
sangat abangan dan kejawen. Kenapa aku ingin menghidupkan
kampungku?
Berawal dari miris ketika sejenak
meluangkan waktu mengingat tentang kampungku. Kampung itulah tempatku
bertumbuh, memberikanku kesempatan menikmati masa kecil yang membahagiakan, dan
sampai sekarang tak pernah berubah. Kampung yang masih ramah. Akan tetapi,
sejenak bergeser mengamati elemennya. Pemuda-pemudi yang bisa dibilang nakal
dan tak memiliki daya juang. Rasanya memang tak pantas aku mengatakannya,
karena akupun jarang berinteraksi dengan mereka. Setidaknya begitulah yang
terlihat. Lulusan SD tidak mau melanjutkan ke SMP jika tidak dibelikan sepeda
motor, yang sudah lulus dan pengangguran masih mengandalkan orang tua untuk
membeli bensin. Pemuda yang semestinya usia produktif bekerja, seringkali asik
terlihat bergerombol di pos ronda, sekedar duduk-duduk tanpa karya. Masjid
sepi, tidak ada TPA. Jamaah masjid didominasi warga yang sudah tua. Padahal
pemuda-pemuda itulah yang nantinya akan menggantikan yang tua memimpin kampung,
merekalah yang akan memegang estafet berikutnya.
Untuk mewujudkan khayalan ini, cara-cara
yang sempat terpikir adalah menghidupkan TPA, pengajian pemuda di malam minggu,
memulai taman baca dan belajar bersama. TPA, taman baca, dan belajar bersama sudah
sempat dimulai beberapa waktu lalu. Akan tetapi, harus vakum, karena aku pindah
tempat tinggal ikut suamiku. Bukan karena aku pindah kurasa, tetapi salah satu
hal yang dibutuhkan untuk mulai menghidupkan kampungku adalah tokoh. Tokoh yang
tak kenal lelah untuk berjuang, dan tanpa pamrih pastinya. Semoga. Bulurejoku
akan segera hidup dan menghidupi dengan penuh kebaikan.
2. Mendirikan
taman baca
Aku sangat menyukai membaca buku, dan aku
memiliki beberapa koleksi buku di rumah. Pengen buat taman baca biar rumah ramai
akan anak-anak, karena aku juga suka bertemu dengan banyak orang. Ini juga
salah satu khayalan untuk mewujudkan khayalan yang pertama, (lhah kok penuh
khayalan ya? -,-!). Taman bacanya ada di halaman rumah, buat bangunan
tersendiri berbentuk saung dari bamboo. Jadi nanti kalau banyak anak-anak yang
main, mereka bisa puas mengobrak-abrik buku tanpa takut kena marah oleh pemilik
rumah, hehe.. Saat ini, mulai nambah-nambah koleksi buku dulu.
3.
Menghidupkan
kompleks perumahan
Per April kemarin aku pindah tempat tinggal
ikut suamiku. Kami tinggal di kompleks perumahan kantor. Banyak sih rumahnya,
tetapi rasanya sepi sekali. Tidak seperti di kampung, ramai dan saling
berkunjung. Nah-nah aku berkhayal untuk bisa menghidupkan kompleks perumahan,
minimal dari tempat tinggalku dulu yaitu blok Jl Kebun Pramuka. Blok ini
menurutku potensial karena seperti kampung tersendiri yang seperti terpisah
dari jalan yang lain, selain itu penghuninya sedikit. Kepikirannya sih seperti
arisan sebulan sekali, nonton bareng piala dunia atau acara lain, dan
ibu-ibunya buat klub memasak atau klub merajut. Atau akan lebih seru lagi jika
ada gathering. Hmm. Sebenarnya berkhayal ini karena mupeng lihat blog teman
yang bercerita tentang hidupnya kompleks tempat dia tinggal.
4.
Klub ibu
hamil
Menjalani kehamilan pertama, di tempat baru
dan jauh dari keluarga itu rasanya aku butuh dukungan. *pengen teriak*.
Lagi-lagi karena pernah mendapati klub serupa di Jogja dulu, jadilah aku
berkhayal andai saja ada klub ini di kompleks ini, huks. InsyaAlloh akan
menyenangkan. Banyaknya teman yang senasib dan sepenanggungan itu rasanya
mengurangi sedikit beban yang kita rasakan. Andai saja, klub ini sudah ada dan
tiap minggu ada kelas sharing untuk membekaliku sebagai calon ibu baru, lain
waktu sesi kelas adalah senam hamil. Sungguh berharap.
5.
Stay at
home mom, dan berbisnis
Menikmati hari-hari di rumah sebagai ibu
rumah tangga itu menyenangkan tetapi lama-lama bikin berpikir cerdas bagaimana
mengisi waktu agar tidak mati gaya. Memang sudah menjadi pilihan dan didukung
oleh suami, tetap tinggal di rumah dan nantinya mendampingi si kecil full time.
Akan tetapi, tidak mau biasa-biasa saja, pengen juga berbisnis dari rumah, lalu
berpenghasilan sendiri. Pengen banget bisa berpenghasilan sendiri sehingga bisa
leluasa untuk memberi dan berbagi, amiin.
Yuhhuuu,, sebagian khayalanku, yang lainnya
banyak di buku harian, hehe. Atau yang lainnya nunggu muncul ke permukaan. Khayalan
itu aku tuliskan, agar tetap teringat, dan suatu saat bisa mewujudkannya.
Khayalan ini dituliskan oleh si istri, Rina Indarwati, diikutkan dalam “Khayalan ini diikutsertakan dalam Giveaway Khayalanku oleh Cah Kesesi Ayutea”
Subscribe to:
Posts (Atom)


