Sunday, June 17, 2012

Tentangku yg dia tau ^_^

Lagi-lagi saya bukanlah orang yg membuat tulisan di bawah ini, tapi ini adalah tulisan hasil karya dia (yang namanya akan disebutkan di akhir tulisan ^_^). Jadi, ceritanya kami sedang ingin membuat tulisan tentang diri kami, tapi dengan peraturan yaitu saya membuat tulisan tentang dia dan dia membuat tulisan tentang diri saya. Sampai saat tulisan ini saya share di blog ini, kami memang belum terlalu tau detail tentang pribadi masing2, yang tentunya akan jadi bahan utama tulisan kami. Akan tetapi, menurut kami (lebih tepatnya saya =P), justru di sinilah yang akan jadi keunikan tulisan kami nantinya. Dengan berbekal sedikit hal yg telah kami tau dan informasi dari beberapa narasumber (mungkin saat kami berta'aruf dulu, dengan memanfaatkan informasi dari pihak ketiga yg kami percaya saat itu. Tapi kemarin dia sempat bilang kalo saat memulai nulis ini, dia udah gak tanya siapa2 lagi, kecuali tanya langsung ke orangnya. Hehe...) Baiklah, langsung aja saya persilakan para pembaca menikmati hasil karya dia, yang saya sayang ^_^  


nb : *mohon maaf kalo misalnya ada hal yg kurang pas tentang saya yg dia tulis dengan apa yg pembaca tau tentang diri saya. Yaaah.... namanya aja masih belum terlalu kenal. Tapi ntar seiring berjalannya waktu, jangan harap para pembaca tau lebih banyak tentang saya daripada si dia. Hihihi..... ^_^v


===============================================================


Namanya Setiawan. Yaa,, nama yang familiar dan favorit (bahasa yang lebih baik daripada “umumnya” :P). Biasa dipanggil Setia atau Wawan. Sepengetahuan penulis, lebih banyak yang memanggil Wawan. Lahir di Kota Magelang pada 10 Juni 1988, tepat 3 hari sebelum kedua orang tua penulis melangsungkan pernikahan.

Wawan terlahir sebagai anak ke-4 dari 5 bersaudara, dan sekaligus sebagai anak laki-laki pertama dalam keluarga Bapak Sugiyono dan Ibu Suwarti. Nampaknya Wawan ini begitu disayang oleh orang tuanya, dan pesan penulis “hati-hati mencuri hati anak kesayangan mertua” :D

Hingga usia 18 tahun hidupnya dia nikmati di Kota Magelang, belajar di sana hingga masa SMA nya. Sejarah pendidikan formalnya adalah TK Siwi Peni 5, SD Rejowinangun Selatan 3, SMP N 2 Kota Magelang, dan SMA 1 Magelang jurusan IPA. Setelah tamat SMA, Wawan ini hijrah ke Jogja untuk kuliah. Mmm sebenarnya istilah ‘balik kandang’ lumayan tepat, karena kedua orang tuanya asli Jogja, tepatnya Prambanan. Daan waktu kecil, Wawan ini sering nonton sendratari Ramayana. 

Wawan kuliah di Jurusan Teknik Kimia FT UGM angkatan 2006. Selama kuliah aktif di KMTK, MTQ, dan beberapa kali menjadi asisten praktikum, juga asdos. Setelah membuat rekor penulisan TA selama 3 minggu bersama partnernya yang juga sahabat karibnya, akhirnya Wawan diwisuda pada Agustus 2010. Setelah apply sana sini, dan ditolak maupun menolak akhirnya Wawan melabuhkan karyanya di sebuah BUMN yang sebagian kerjanya adalah membangun. (semoga termasuk membangun cinta bersama penulis :P) 

Wawan memiliki harap berupa KKN yaitu “Kuliah-Kerja-Nikah”. insyaAllah, harap itu akan segera terwujud. ^^v

dituliskan oleh Rina Indarwati di calon TKP walimahan,pada 5 Juni 2012 sekitar pukul 13:35.





===============================================================


Yupz..... Seperti itulah hasil tulisannya. Awalnya saya agak geli2 gimanaa... gitu waktu awal bacanya (sampe sekarang pun sebener'e masih ding... Hehe...) Ditambah agak penasaran juga, kok dia bisa tau yaa.... Tapi setelah aku ingat2, ternyata (kaya'e) dulu memang saya pernah cerita beberapa hal ke dia, yg ternyata dia tuliskan sebagiannya di atas. 


Sesaat sebelum memulai untuk nge-post & nambah2i intro tulisan dia, saya sempat izin ke dia, bolehkah tulisannya saya share di blog ini & ngasih komen juga. Dan jawabannya adalah "okee... nggih, Boleh2,, :-)" Saya pun langsung tambah semangat menuliskan intro di atas, dan beberapa komen pun siap menyusul di bawah ini. Langsung aja yaaa......


Pertama mengenai nama. Yaaahh.... memang saya akui Setiawan itu nama pasaran (bahasa lebih baiknya, nama familiar & favorit,seperti yg dik Rina tulis di atas). Sebelum saya minta izin share tulisannya (tepatnya 43 menit sebelumnya - ngerti thoo..... Hehe... =P), dik Rina sempat tanya "kalo nama mas Wawan, sejarahnya gimana?". Dan jawabanku pun simple, cukup satu kata "Rahasia" (#jahat banget yaak....?? Hihihi...^_^v) Kemudian untuk tanggal lahir saya, saya jadi teringat dik Rina pernah bilang kalo ibu bapaknya menikah tanggal 13 Juni 1988. Makanya dia sampaikan di tulisannya, "tepat 3 hari sebelum kedua orang tua penulis melangsungkan pernikahan."


Oke, next... Sebener'e saya masih bingung dan bertanya2, maksud dari kata2 “hati-hati mencuri hati anak kesayangan mertua” itu apa yaa....???? -_-a  (#dan saya pun berjanji pengen tanya ke dik Rina langsung, tapi bukan sekarang, melainkan setelah kami telah sah jadi suami-istri. Hehe... Upz.... ^_^)


Komen saya yg keempat adalah tentang masa kecilku yg katanya sering nonton sendratari Ramayana. Awalnya saya heran, kok dik Rina bisa tau yaa.... Yaaahh.... Walopun gak sering2 banget nonton sih... Soal'e saya nonton kalo pas ada kesempatan aja main ke rumah mbah dan diajak beliau (kadang juga diajak ma paklik) nonton pertunjukkan itu. Memang rumah mbah saya (baik itu mbah dari pihak bapak maupun ibu) ada di daerah Kalasan, lumayan dekat  (ya kira2 sekitar 2 km lah...) dengan daerah wisata Candi Prambanan, tempat diselenggarakannya pertunjukkan sendratari Ramayana. Setelah saya ingat2, nampaknya saya dulu pernah cerita ke dik Rina soal ini tapi saya lupa kapan itu. Hhhmmm..... -_-a  Tapi apapun itu, yg lebih penting sekarang ini adalah saya berharap suatu saat nanti saya dapat menonton sendratari Ramayana lagi, bukan bersama mbah  ataupun paklik, tapi bersama dengan sang istri tercinta.  #eyyyaaaa......... AMIIIIN.............. ^_^


Komen saya yg terakhir adalah kok dik Rina bisa tau ya, salah satu harap saya yaitu KKN (“Kuliah-Kerja-Nikah”). Kalo yg satu ini saya benar2 bingung dan terheran2, darimana ya dia bisa tau??? Seingat saya, saya belum pernah cerita deh tentang harap yg satu ini ke dik Rina. But, whatever lah... yg saya sangat setuju adalah kata2 selanjutnya, yaitu "insyaAllah, harap itu akan segera terwujud. ^^v"  Dan saat pertama kali baca tulisan ini, dalam hati saya bergumam, "dan engkaulah yg akan menjadi harapku"  Amin.....  #saya menggunakan kata "engkau" waktu bergumam karena dia tepat berada di samping saya saat saya pertama kali membaca tulisan itu. #eciyyeee......Cuit, cuiiit.... Haha.... =P


Oke deh para pembaca semua, saya sudahi tulisan saya (eh, kami dink... Hehe..). Udah malam juga ni (lihat kanan bawah monitor laptop, ternyata dah jam 11.45 pm). Saya udah agak ngantuk (tapi sebener'e pengen nonton EURO, :D ). Dan sebelum saya akhiri, saya mohon do'a pembaca semua, agar kami nantinya dapat menjadi keluarga yg sakinah, mawadah, warohmah, dan dapat senantiasa dalam ketaatan pada Alloh 'azza wa jala, dan do'a yg baik2 untuk kami. Amin..... ^_^


Salam Sehati to Semanggi,
Selaraskan Harapan Hati menuju Semangat Lebih Tinggi






Diselesaikan di kos Mampang Prapatan IV Jakarta, dan langsung di-publish kan ^_^

Saturday, June 16, 2012

Go to "Muster Point"


“ada banyak jalan menuju Roma, yakinlah ada satu yang paling efektif”
-insyaAlloh, Mario Teguh’s Quote-

Begitupun menuju rumah calon istri saya, di Bulurejo 09/07 Monggol Saptosari Gunungkidul 55871. Banyak alternative jalan, lewat rute standar kami (Gading – Siyono – Pancuran – Giring – Rumah), atau lewat Playen (Gading – Playen – Paliyan – Trowono – Baros – Bacak – Rumah), atau mungkin dari Imogiri males lewat Patuk, mending lewat Panggang. Ahaaa apapun itu, mari ambil jalan yang paling efektif. Karena dia yang lebih tahu medan (:P) mending untuk kali ini lebih baiknya anda manut aja apa yang telah calon istri saya tulis berikut ini, sekaligus melegakan kami bahwa anda sampai tujuan tanpa kesasar, aamiin. (komentar dia : "yaa memang agak wow rekor si mas, 3x datang ke rumah selalu kesasar -.-“). Oh iya, ada bonusnya. Bila anda tidak kesasar adalah senyuman, dan bila kesasar adalah candaan. Maka pilihlah bonus anda =)  
Dan berikut ini adalah hasil tulisan dia, Rina Indarwati, yang juga telah di post kan melalui blog nya, narinawati.wordpress.com (sekalian promosi blog nya si adik, hehe...) ^_^
======================================================
Saya berharap anda tahu rute menuju Gunungkidul dari Kota Jogja adalah lewat ringroad timur lalu masuk ke jalan Wonosari. Anda akan melalui 3 bangjo aka perempatan hingga akhirnya sampai di Piyungan. Perempatan ringroad timur Ketandan iku ciri2nya rame, ;D yaiyaalaah.. ada bis ngetem. Kalau Piyungan, tandanya adalah pertigaan. Ada palang menuju Kraton Boko dan ada bekas pasar tradisional.
Setelah Piyungan, anda akan melewati likuan “maze”, ndak horor kok. Ikuti saja jalan utama, anda akan melewati bukit bintang, Patuk, kali Penthung, Sambipitu, dan Hutan Bunder. Sepanjang jalan itu ada satu POM Bensin di kanan jalan sebelum pertigaan Sambipitu. Pada pertigaan Sambipitu, ambil kanan menuju kota. Lalu anda akan menemukan POM Bensin di kanan jalan dan bangjo setelahnya. Ini adalah bangjo pertama di Gunungkidul setelah dari Jogja. Tak jauh dari situ anda akan menemukan lapangan terbang dan pertigaan. Selamat, Anda sampai di titik 1. Itulah GADING. ;)
Pada pertigaan Gading, jangan ambil kanan. Jangan ikuti palang menuju Saptosari. Nyampe sih insyaAlloh, tapi jauh na’udzubillah. Saya aja kalau lagi ndak bener2 pengen, males lewat situ, he. Pada perjalanan ini anda akan menuju titik 2, yaitu Bunderan Siyono. Pastikan anda melewati RS Nur Rohmah, Tugu Batas Kota, dan POM Bensin di kiri jalan. Bunderan Siyono kadang disebut Bunderan BPD, gara2 logo Bank BPD yang nangkring di puncak gunung2an, ah apalah itu.. menurut saya tidak sopan, yaa walaupun dia mungkin adalah sponsor utama. Cukup mengacaukan denah ;P
Bunderan Siyono, titik ramai penyambutan bahwa anda telah setidaknya masuk gerbang kota Wonosari. Selamat ;)
Dari Siyono silahkan ambil lurus dikit lalu kanan. Bukan lurus terus yaa, karena itu menuju Kota ;D ikuti saja jalan utama hingga anda menemukan bangjo. Welcome inilah titik 3, bangjo Pancuran. Ciri yang menonjol adalah ada pohon beringin besar, dan nama jalane adalah Jalan KRT Judoningrat.
Silahkan ambil kanan atau menuju barat di perempatan Pancuran, dan lagi-lagi silahkan dan mohon ikuti jalan utama. Ikutilah denah yang saya gambar. Seberapapun anda penasaran, akan kemana belokan itu, mohon ditahan atau ditepiskan, karena kami menanti anda di rumah ;) sepanjang perjalanan tersebut akan anda temui SD Singkar, SD Siraman 3, Balai Desa Wareng, lapangan bola, persawahan, MTS Sodo, SD Sodo 1 dan 2, Pasar Sodo, dan selamat, tak jauh dari situ anda akan sampai pada titik 4. Pertigaan Giring. Ciri2nya ada tugu jam rusak, ada warung di pojokan, ada rumah bambu tempat jualan rumput dan bengkel. Sebentar lagi bintang anda akan berbentuk. Dan lagi-lagi saya mohon, seberapapun bagusnya jalan ke kanan/barat itu, mohon ambil yang kiri. Karena tujuan anda ada melalui jalan kiri ;P #lewat kanan/barat juga bisa, tapi jauh.
Setelah anda mengambil kiri atau timur, anda akan menemukan SD Giring dan Balai Desa juga TK, lapangan bola, dan balai dusun. Ouch maaf jalanan benar2 mulai rusak, bersiaplah untuk off road sederhana ;D jalan rempeyek kacang dan terowongan hutan. Lumayan untuk refreshing buat yang biasa berjibaku dengan kejamnya ibukota (aaaa lebay abiiisss). ikuti saja jalan utama sampai menemukan jembatan dan rumahnyempil di tengah hutan. Kami menyebutnya Pesarean Gunung Bagus, makamnya Jaka Tarub, Dewi Nawang Wulan dan Bondan Gejawan. Ouh tolong jangan mampir dulu, ingatlah kami di rumah, cemas menanti anda, nanti setelah dari tempat saya silahkan mampir ;)
Beberapa menit dari jembatan dan rumah nyempil itu, anda akan menemukan pertigaan. Nah sekarang silahkan belok kanan/barat. Terkadang memang kita mesti ‘kiri’ dulu hingga akhirnya ‘kanan’ ;p ikuti jalan cor blok hingga akhirnya menemukan kampung. Memang agak jauh karena jaraknya sekitar 1,5km. setelah menemukan perkampungan, selamat anda semakin dekat dalam pembentukan bintang, he.. pertigaan setelah jalan menurun silahkan ambil kanan lagi sampai menemukan pertigaan lagi. Nah selamat anda sampai di jantung kampung saya, Bulurejo.
Dengan senyum lega, Alhamdulillah, sugeng rawuh di gubug kami ;)
#semoga membantu kelancaran perjalanan teman2 ;) karena ternyata ada beberapa kekeliruan dalam denah yang termuat di undangan. Afwan.