Thursday, September 30, 2010

-belum ada judul-

Bagaikan bunga nan indah
Indah merekah di taman surga
Aroma wangi tercium segar darinya
Sesegar suasana jiwa di pagi hari

Ya...begitulah dia
Seorang bidadari dambaan hati
Cintanya memang tidak hanya untuk-Nya
Tapi senantiasa ada karena-Nya

Seribu senyum sempat terlintas
Namun hanya satu yang tetap di hati
Dan senyum dia lah yang tetap singgah
Belum menjanjikan cinta memang

Sempat terlintas diri ini berharap
Mengharap kehadirannya dalam mimpi
Menampilkan senyum menyambut rinduku
Mengisi hampa dalam sepi malam

Mungkinkah aku bisa menyapamu
Meraih semua imajimu
Menjaga jiwa ragamu
Bercanda tertawa bersamamu

Ah, dasar aku otak pemimpi
Banyak mimpi banyak asa
Tapi aku takkan berhenti menunggu
Karena kuyakin mimpi bisa jadi nyata

Wednesday, September 22, 2010

Kau dalam do'a

Dalam sehat kau tebar senyum itu
Senyum ceria nan indah serasa merayu
Semakin mempercantik wajah ayu
Membuat diri ini tak jadi layu

Tapi kau terlihat berbeda hari itu
Senyum lesu menghiasi wajah pucatmu
Aku tak tau apa yang terjadi padamu
Yang kurasa hanya senyum palsu

Ya, senyum palsu...
Tapi aku rasa ku tau tujuanmu
Menebar senyum palsu untuk sekitarmu
Bukan untuk sandiwara, bukan pula menipu
Tapi hanya untuk menghibur mereka yang di sekitarmu

Kini kau sedang tertunduk lesu
Terduduk lemah diam membisu
Dalam penantian kembalinya masa sehatmu

Aku....
Aku yang lemah tiada daya
Hanya sanggup memberimu do'a
Sebuah do'a yang mungkin sangat sederhana

Dalam gelap malam kuberdo'a
Duduk mengharap keridhoan-Nya
Dan kesembuhanmu yang aku minta
Agar kau bisa tersenyum seperti sedia kala

Sunday, September 19, 2010

Alhamdulillah...

Dalam diam aku bahagia...
Bahagia karena bisa bersamanya...
Walaupun hanya sekejap mata...
Tanpa ucap, tanpa kata...
Tapi bagiku tak mengapa...
Asal aku bisa di dekatnya...
Menjaga malamnya walau hanya sementara...

Sebuah sapa terkirim dalam nada...
Teriring tanya dalam sapa...
Akan singgah dimanakah dia?
Khawatir memang aku rasa...

Sebuah senyum lega mulai nyata...
Setelah ada jawab dalam tanya...
Dalam diam masih tanpa kata...
Hanya nada sekali menyapa...
Tapi ku merasa lega...
Dalam malam aku bahagia...

Asa dalam Senyuman

Manis wajahmu kulihat di sana.
Dalam tunduk kurajut asa...
Dalam asa aku bertanya...
Apa rahasia yang tersirat di sana?
Tersirat wajah mesra nan halus di sana.

Senyuman...
Mungkin itu yg membuat demikian...
Wajah sederhana itu berhasil disulap dalam sekejap.
Aku tak tau apa jadinya jika tak ada senyum di wajah itu.
Mungkin kah terlihat sama saja?
Ah, aku rasa itu tak mungkin...

Asa ini makin rajin kurajut.
Aku ingin selalu tersenyum untuknya.
Menghiasi pagi harinya dengan senyum.
Mewarnai siangnya dengan canda.
Menghapus lelah di malamnya dengan tawa.
Menggapai mimpi dalam kebersamaan do'a...

Aku tak tau...
Apakah ini hanya akan menjadi sebuah asa?
Ataukah akan berakhir dalam nyata?
Dalam senyum kuberharap...
Dalam senyum kuberdo'a...
Dalam senyum kurangkai asa...
Dalam senyum ku kan berusaha...
Dalam senyum kuserahkan pada-Nya
...

‎-diselesaikan masih dalam perjalanan kesendirian-
9 Syawal 1431 H
Setiawan

Sendiri dalam Senyum

Sendiri...
Dalam sendiri...
Dalam sendiri menyendiri...
Dalam sendiri menyendiri kunikmati...
Dalam sendiri menyendiri kunikmati kesendirian...
Dalam sendiri menyendiri kunikmati kesendirian menghening...
Dalam sendiri menyendiri kunikmati kesendirian menghening kuberfikir...


Entah mengapa aku lebih suka menyendiri?
Dalam kesendirian kumerasa sunyi...
Dalam sunyi kusimpan canda...
Dalam canda terdapat luka...
Dalam luka masih ada sedikit tawa...
Dalam tawa terselip kesedihan...
Dalam kesedihan menyisakan sedikit senyum...
Dalam senyum kubahagia...

Senyum...
ya.... itulah kunci...
Dengan senyum aku bisa berbagi...
Dengan senyum aku dapat menciptakan keajaiban...
Dengan senyum aku bisa mengusir sedih...
Aku ingin selalu bisa tersenyum...
Aku ingin selalu menyapa pagiku dengan senyum...
Aku ingin bertemu dengan-Nya dalam keadaan tersenyum...
Aku pun ingin selalu tersenyum untuknya...

-diselesaikan dalam perjalanan kesendirian-
9 Syawal 1431 H
Setiawan

Sunday, July 18, 2010

Happening (Sebuah Harap, Sebuah Asa)

Saat senja datang menjelang...
Segala ungkap terpuruk dalam mimpi
Ingin terbang mengulang kisah dalam angan
Mengumbar kalbu dalam setetes embun…

Terang, pelan menghilang dalam gelap
Menaruh harap dalam kata
Mencipta mimpi yang tak kunjung henti
Memberi air mata dalam sebuah goresan

Angin mengalir membawa penantian yang tak berujung berakhir
Segala penantian yang tak kunjung berakhir
Memberi ungkapan yang mencipta kegelisahan…
Bertanya dalam mimpi tak memberi arti dalam akhir…
Selalu menyapu dalam ombak bergelontarkan keyakinan harapan

Ke mana aku harus berjalan ?
Di mana pula aku dapat mengakhiri ?
Hanya setitik rasa yang rapuh dari perjalanan ini
Tersisa secuil harap dalam raga
Berharap mentari mendekat memberi sebutir cahaya
Pulang kembali membawa sinar dalam pelukan

Ah...Harapan tinggallah harapan
Hanya kehampaan yang menyelimuti tidurku kini
Sampai kini dan hingga nanti
Hingga ku dapati akhir kisah ini
Sebuah kisah menuju cinta sejati...

Ngaplo

Dalam sepi dia sendiri
Mencoba menghisap seluruh jerit
Suara hening terdengar memohon,
"Tolong tumbuhkan (lagi) bulu sayapku..."
"Agar aku bisa terbang (lagi)..."
.....
Pagi, langkah matahari, jejak hati
Ah, begitu anggun, begitu samun
Indah dunia ini harus dinikmati
Walaupun dalam sepi
Terduduk sunyi dia sendiri
.....

Saturday, July 17, 2010

Andai...

Andai dia tak lagi jadi bagian dari indahnya langit malam…
Ibarat bintang yang tak mampu lagi berkerlip karena diterpa suatu asa.
Namun dia tak akan terlalu mempedulikannya
Ujian demi ujian telah mengantarnya menjelma bagaikan mentari
Nafasnya setia menghangatkan dalam cerahnya siang dan pesona rembulan

Andai dia tak lagi jadi bagian dari cerahnya pagi...
Ibarat langit biru yang tertutup awan kelabu
Namun dia akan tetap pada keyakinannya
Bahwa kelak dia akan menjadi setetes air hujan
Yang akan memberikan kesegaran dan kehidupan bagi sekitar

Kangen

Walau jarak pandang terhalang
Namun mata ini senantiasa memandang...
karena Kau ada dalam ingatan...
aku tak pernah memikirkan Kau wujud di hadapan
tapi Kau selalu dalam do'a...
Kau yang jauh dari pandangan...

Dalam rindu menyelimuti kalbu
aku senantiasa menyebut namaMu
Meminta sesuatu hal yang sering menghantuiku
Berharap Kau menjaga dirinya dan diriku
Yang terpisahkan oleh sesuatu

Walau jarak pandang terhalang
Namun mata ini senantiasa memandang...
karena kau ada dalam ingatan...
aku tak pernah memikirkan kau wujud di hadapan
tapi kau selalu dalam do'a...
kau yang jauh dari pandangan...

Friday, July 16, 2010

Sang Penyair

Apa yang dapat disumbangkan sang penyair ?
Saat tak ada lagi sesuatu yang menginspirasi
Ketika nyata tak cukup mengilhami
Matikah ia….bersama syair-syair lama yang telah lapuk ?

Apa yang harus dilakukan sang penyair ?
Saat kosong memenuhi imaji
Saat sendiri tak cukup memberi ruang untuk kehadiran satu puisi
Tak pantas lagikah ia…tetap disebut penyair
walaupun tak mampu lagi untuk bersyair ?

Bimbang...


Hati itu mulai tak menentu
Bimbang karena terus menunggu
Entah sampai kapan dia bisa bertahan
Terus terpendam ataukah harus terungkapkan ?
.....
Hanya ada satu keyakinan dalam dirinya
Jauh di sana masih ada sedikit harapan
Harapan tuk gapai kebahagiaan
Dia yakin, masih tersisa sedikit cita
Tuk bisa hidup dan berjalan bersama

ENTAHLAH...

Di dalam wajah yang selalu tersenyum itu

Dan semangat yang tak pernah berhenti berpijar

Tersimpan kelemahan jiwa

Yang akan merangkai alunan nada bernyanyi bisu


Maka hari ini adalah harinya

Ia terhanyut terbawa sampan

Nyanyian bisu mengalun merdu dalam dirinya

Berharap noda terhapus nila


Mungkinkah waktu dapat terulang ?

Ah... Entahlah...

Semoga angin dapat melembutkan hari sepinya

Hapuskan bayangan hitam dalam pikirannya

Saturday, July 3, 2010

Pemuja Rahasia

Begitu benarnya...
Mencintai jauh lebih baik baginya
daripada kenyataan bahwa tidak dicintai...

Begitu tepatnya...
Merindu lebih bisa membuatnya gila
daripada hanya sekedar dirindu...

Dalam diam dia terus berharap
Dalam sepi dia coba hibur diri
Dalam sunyi selalu terlihat isi

Begitulah dia...
sang pemuja rahasia...